Skip to main content

Review IEM Zero Audio Carbo Mezzo

Halo-halo saya memutuskan untuk mereview produk pertama saya, yaitu IEM Zero Audio Carbo Mezzo! jadi ini IEM saya beli di salah satu marketplace online ternama di indonesia seharga Rp. 920.000 . Untuk harga segini, ini IEM termasuk kedalam kelas menengah ya menurut saya. IEM ini dibuat oleh perusahaan di Jepang yang bernama Zero Audio (tapi Made in China. lol). IEM ini tergolong belum banyak ditemukan di Indonesia ya, yah mungkin kalah tenar dengan merk-merk Sennheiser, JBL, dan Apple. IEM ini kurang lebih sudah saya pakai menikmati lagu-lagu favorit saya  selama 1 minggu. Okay kalo begitu kita langsung menuju reviewnya!

 Build Quality

Baiklah pertama-tama saya akan membahas mengenai build quality dari IEM ini. Housing dari IEM ini terbuat dari serat karbon sehingga produknya disebut Carbo. Serat karbon yang mengelilingi sebagian bodynya menurut saya sangat cantik, sangat unik dibandingkan dengan earphone-earphone lain di pasaran. Ketika dipakai menurut saya nyaman karena housingnya tidaklah begitu besar. IEM ini terlihat tidak terlalu mencolok, penampakannya sangatlah low profile, jadi bagi anda yang mencari IEM untuk bergaya dihadapan teman-teman anda, saya kira ini IEM mungkin kurang pas untuk anda miliki. IEM ini memakai kabel pipih yang sering disebut sebagai tangle free. Jadi kabel earphone ini sangat susah kusutnya. Saya sangat menyukai kabel jenis ini.  Sayang kabelnya menurut saya kurang kuat, terlalu lembut malah bagi saya, sebenarnya saya sih kurang yakin akan ketahanan kabelnya, yah mudah-mudahan saja saya salah. Kabelnya menurut saya panjang, jujur saya tidak mengukurnya secara pasti, kira-kira mungkin sepanjang 1.5 meter. Di ujung kabel akan kita temukan jack audio 3.5 mm berbentuk seperti huruf L. Jacknya berjenis gold-plated.

Carbo Mezzo!
Bentuknya cantik!

 Sound Quality

Oke kita akan membahas mengenai inti dari sebuah earphone/IEM. Bagaimana Sound Qualitynya? Saya membandingkan dengan beberapa earphone kepunyaan saya (walaupun bukan earphone-earphone mahal). Menurut saya suara yang di hasilkan oleh Carbo Mezzo ini sangat seimbang baik pada trebble, mid, dan bass. Bass nya sangat menggebuk dan deep tapi masih terkontrol, tidak sampai menutupi mid atau high. Bassnya kuat tapi  tidak lebay seperti pada IEM-IEM 100 ribuan yang menurut saya kualitasnya seperti sampah. Tapi memang di beberapa lagu bass yang dihasilkannya cendrung terlalu kuat sampai sesekali menutupi mid  dan high (ini sekali lagi menurut saya ya. karena saya orang yang tidak terlalu suka dengan bass!). Suara mid yang dihasilkan oke menurut saya, punchy. Kemudian trebblenya bagus, kerasa cring-ceringnya tapi tidak terlalu over, pas lah menurut saya. Kemudian vokal yang dihasilkan nya jernih. Saya disini mencoba dengan berbagai genre lagu dari The Beatles, Led Zeppelin, Michael Jackson, Nirvana, Avicii sampai Justin Bieber (yeah! saya orang yang mendengarkan semua jenis lagu). Separasi suara yang dihasilkan bagus, jadi serasa di dalam studio. Ketika mendengar lagu Jason Mraz Lets See What The Night Can Do terasa sekali petikan-petikan gitarnya, sangat halus. Kemudian gebukan bass yang oke d lagu Justin Bieber Cold Water. Juga suara lengkingan Chris Cornell sewaktu menyannyi Cochise. Saya merasa terpukau dengan suara yang dihasilkan oleh IEM ini.

Kesimpulan

Dengan harga 920k saya rasa IEM ini layak dijajal, terutama bagi anda yang mencari IEM all rounder untuk mendengarkan semua jenis lagu seperti saya. menurut beberapa review yang saya baca juga katanya IEM ini menyaingi kualitas suara dari IEM 2 jtan (katanya lho, saya sih tidak punya IEM seharga segitu). sangat worth it untuk dicoba, terlebih IEM ini tersertifikasi logo Hi-Res Audio.

IEM ini sangat pas bagi anda yang :
-Mencari IEM dengan proporsi suara seimbang
-Bass pas tanpa menutupi mid dan high
-Build Quality yang rapih

Kekurangan dari IEM ini:
-Kabelnya menurut saya ringkih
- Tidak cocok bagi yang ingin pamer earphone (IEM ini tidak norak dan merknya belum banyak yang tahu)  

 
Ada Hi-Res Audio nya


Comments

Popular posts from this blog

Lebih Dalam Mengenal IEM (In-Ear Monitor)

Halo teman-teman, kali ini saya akan membahas mengenai sejarah IEM (In-Ear Monitor). Kenapa sih disebut in-ear monitor? bukannya earphone. Saya juga awalnya bingung kenapa disebut "monitor", lah emangnya monitor tv dimasukin ke telinga?? Nah kemudian saya cari-cari info di inet sejarah dari IEM itu, mumpung lagi semangat-semangatnya nyari-nyari info tentang IEM (hahahaha). Monitor?? Awal mulanya para musisi-musisi di panggung hiburan menggunakan semacam monitoring untuk memonitor performance mereka. Pada jaman dulu mereka menggunakan semacam speaker yang diletakan di atas panggung (jaman sekarang juga). Akan tetapi speaker ini mengarah ke performer, entah itu vokalisnya ataupun gitaris. Tujuannya adalah untuk mendengarkan lebih jelas suara-suara yang ingin mereka dengar. Lah kan mereka diatas panggung? pasti jelas dengar dong suara-suaranya. Oke itu benar, tetapi saat diatas panggung, para performer mendengar suara yang tercampur aduk dari suara drum, gitar, teriakan...

Perkenalan

Halo-halo selamat siang semuanya. saya adalah seorang blogger baru, sebut saja saya Mr.H (hahaha). rencananya di blog ini saya akan mereview gado-gado sesuai dengan hobi saya. saya sangat menyenangi bidang musik, game, dan gadget. Mungkin reviewnya seputar itu-itu saya. Oh ya, saya bukan seorang yang pro dibidang itu ya. Saya hanyalah orang yang menyenangi bidang itu. Makanya saya memajang alamat review amatir. Review saya mengkhususkan suatu produk dilihat dari kacamata orang awam.