Halo-halo selamat siang semuanya. saya adalah seorang blogger baru, sebut saja saya Mr.H (hahaha). rencananya di blog ini saya akan mereview gado-gado sesuai dengan hobi saya. saya sangat menyenangi bidang musik, game, dan gadget. Mungkin reviewnya seputar itu-itu saya. Oh ya, saya bukan seorang yang pro dibidang itu ya. Saya hanyalah orang yang menyenangi bidang itu. Makanya saya memajang alamat review amatir. Review saya mengkhususkan suatu produk dilihat dari kacamata orang awam.
Halo teman-teman, kali ini saya akan membahas mengenai sejarah IEM (In-Ear Monitor). Kenapa sih disebut in-ear monitor? bukannya earphone. Saya juga awalnya bingung kenapa disebut "monitor", lah emangnya monitor tv dimasukin ke telinga?? Nah kemudian saya cari-cari info di inet sejarah dari IEM itu, mumpung lagi semangat-semangatnya nyari-nyari info tentang IEM (hahahaha). Monitor?? Awal mulanya para musisi-musisi di panggung hiburan menggunakan semacam monitoring untuk memonitor performance mereka. Pada jaman dulu mereka menggunakan semacam speaker yang diletakan di atas panggung (jaman sekarang juga). Akan tetapi speaker ini mengarah ke performer, entah itu vokalisnya ataupun gitaris. Tujuannya adalah untuk mendengarkan lebih jelas suara-suara yang ingin mereka dengar. Lah kan mereka diatas panggung? pasti jelas dengar dong suara-suaranya. Oke itu benar, tetapi saat diatas panggung, para performer mendengar suara yang tercampur aduk dari suara drum, gitar, teriakan...
Comments
Post a Comment